Dunia Belum Kiamat

notes144 Views
Dunia Belum Kiamat
Ia duduk menunduk oleh beban kesedihan. Mencoba menahan gemuruh di dada yang bergolak oleh kemarahan.
“Kamu kenapa kawan?” Tanya Manu lembut.
“Seseorang telah menyakiti hatiku dengan kata-kata yang begitu kasar. Aku sedih sekaligus marah. Ingin melawan tapi tak sanggup.” Jawabnya dengan suara bergetar.
Manu menggamit tangannya dan mengajaknya ke sebuah tempat tak jauh dari sana.
“Lihatlah. Bunga-bunga di taman masih mekar. Kupu-kupu masih riang beterbangan mengikuti aroma nektar. Langit masih biru. Angin masih berhembus lembut.”
“Dunia belumlah kiamat, dan tidak akan kiamat hanya oleh kata-kata orang itu padamu. Satu orang menyakitimu, bukan berarti seluruh bumi membencimu. Temuilah bunga-bunga itu. Mereka mekar untuk bisa tetap menghiburmu dalam suka duka perjalanan cerita kehidupan ini.”
Ia perlahan tersenyum dan menyadari Ibu Pertiwi masih menyayanginya.
“Duniamu belum kiamat.” Bisiknya lirih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *